Mungkin dia sedang jatuh cinta, tatapannya selalu menatap keluar jendela, apa dia sedang memperhatikan orang yang disukainya, kenapa dia tak mengatakannya saja,

“loh azusa nggak pulang ?” kata chie

“nggak, hari ini aku jaga perpustakaan” jawabku santai

“ah.. ini hari selasa ya.”

“chie juga ada kegiatan klub kan ?”

“heheh.. dagh”

“bye chie”

Sebagai anggota osis, tiap selasa, pulang sekolah aku bertugas menjaga perpustakaan,  karena aku sangat suka buku dan perpustakaan, jadi aku menikmati tugas ini. Lagipula….

Akhir-akhir ini ada orang yang menarik perhatianku.

“teryata dia datang lagi, wahh ini yang ketiga kalinya”batinku

Rambutnya kecoklatan dan memakai anting, bukan ciri-ciri orang yang suka melewatkan waktu di perpustakaan, dia selalu duduk dibangku yang sama tiap harinya, dan tatapannya lebih lama terarah keluar jendela dibandingkan dengan menatap buku dihadapannya. Aku baru sadar akhir-akhir ini mungkin….. dia ke sini untuk memandangi orang yang disukainya.

“eh”kagetku “tenang saja, jendela disana nggak akan  kututup”kataku penuh senyum “ tapi apa sinar mataharinya tak menyilaukan matamu ??” lanjutku

“ iya sih” bisiknya “ tapi dari sini aku bisa melihatnya dengan jelas”lanjutnya

“club tennis” batinku “ orang yang kamu suka, anggota klub tennis ya ??”

“hah”

“ah,gawat” batinku “eh, anu, habisnya kamu tersenyum sambil  melihat keluar jendela. Jadi kupikir kamu sedang mengamati orang yang kamu suka” jelasku

“ehh”

“a…aku….”

“menjijikan,ya ?”

“eh ?”

“hanya bisa melihat saja”

“ng nggak kok.. menurutku pasti senang rasanya , lain dari biasanya, aku iri pada orang yang kamu sukai itu”

Namanya iwasaki, aku yang kikuk dengan cowok nggak menyangka ada lelaki seperti dia. Aku mulai berharap agar dia datang setiap hari, aku sempat berpikir dia nggak datang lagi sejak ketahuan oleh ku kemarin itu

“syukurlah dia datang,  fuih” batinku

“aduh….” Teriakku

“ kamu nggak apa-apa ?” tanyanya “ harusnya kan pakai tangga” lanjutnya

“ ah iya ya.. hehehe”

“ dimana ?? disini ??”

“iya”

“boleh aku Bantu merapikan”

“eh…tapi..”

“berdua lebih cepatkan ?”

Dheg dheg dheg…. Aku mulai aneh dengan sikapku sendiri, kenapa setiap aku melihatnya aku selalu merona dan dheg dheg-an… apa aku menyukainya ???

“permisi sebentar”

“ngomong-ngomong orang yang disukai iwasaki seperti apa ? “

“hah ???”

“uwa… apa yang aku lakukan” batinku “a…anu.. aku penasaran, karena kamu  terlihat sangat menyukainya”

“ ….. “

“ini bukan urusanku, maaf lupakan saja”

“ dia anak kelas C

“ ehh kelas C ?? itukan kelasku”

Anak kelas C yang juga anak club tennis kan Cuma………berarti orang yang sesuai dengan petunjuk itu hanya…. CHIE

“azusa, dengerin donk, latihan kemarin berat sekali, kaki ku sampai pegal”

“ah…eh..anu.. haha pertandingan sudah dekat ya ??” jawabku kikuk

“iya beegitu lah, untung minggu diliburkan, aku mau nonton filem, sudah lama sekali nggak kencan”

Teryata sudah punya pacar yah… tadi hampir aku kelepasan, sebaiknya aku beritahukan iwasaki soal ini, dia pasti kecewa, tapi kenapa hari ini dia nggak datang, ugh.. kenapa aku bisa bersikap seperti ini, ya Tuhan,

“ugh aku ketiduran,”

Oh tidak, kenapa saat tebangun aku mendapatkan senyumannya yang seperti itu, aku jadi tak sanggup untuk mengatakan hal itu, tentang…. CHIE

“ hari ini kamu datang terlambat ya ?”

“ iya, tadi ada rapat”

“ooh”

Tapi aku tetap harus memberitahukannya sebelum dia mengetahuinya sendiri, cintanya bertepuk  sebelah tangan nggak akan bersambut, akan lebih baik kalau dia tau yang sebenarnya dan menyerah. Aku ingin dia menyerah lalu…..

“Sebenarnya….” Teriakku

“hah ??”

Drrt drrt drrt CHIE

“hallo”

“azusa ? masih diperpustakaan ?”

“iya’

“habis ekskul, pulang bareng yuk, aku mau cerita,”

“ada apa ?”

“pacarku memutuskanku”

Oh tidak, aku tak bisa menahan diri lagi, semoga sajalah aku tak mengacaukan segalanya, iwasaki pasti senang mendengar kabar ini, pasti dia akan menembak chie, oh aku tak boleh menangis dihadapan chie atau iwasaki

“katanya dia menyukai orang lain” jelas chie “sudahku duga ada yang salah dengannya, soalnya tingkah lakunya aneh” lanjutnya

Maaf, chie pada saat  begini pun aku masih memikirkan iwasaki, aku takut untuk bertemu dengannya lagi, kalau bertemu dengannya lagi aku harus mengatakan semua ini padanya.

“syukur lah nggak ada”bisikku

“nggak jadi masuk ?”

“ahh iwasaki ??”

“anu, aku sempat kepikiran nggak datang lagi ke sini” jelasnya “ aku… ingin segera menyatakan cintaku pada orang yang kusuka… jadi” lanjutnya

“HENTIKAN…ini masih terlalu cepat, dia nggak akan menerimamu habisnya selama ini kamu nggak melakukan apa-apa,kan ?!” jelasku  “KAMU…..hanya memandanginya saja dari kejauhan, tapi terserah kamu saja”lanjutku

“benar juga,, maaf aku pulang saja”

Kenapa..kenapa aku mengatakan hal itu ? kenapa aku menghalanginya …. ?! aku ini curang, aku tau perasaannya tapi aku malah mnyembunyikan perasaaanku sendiri, kalau hanya memandanginya saja aku juga sama !!!

“TUNGGU !!!!” teriakku “tadi aku salah maaf kan aku, tiap teringat nggak bisa betemu lagi denganmu, aku jadi merasa kesepian…. Tapi kalau iwasaki pasti bisa, karena kamu begitu tulus, PERASAANMU ITU PASTI TERBALAS !!!!!!!” teriakku

“orang yang aku sukai itu kamu” sambil memeluk azusa “aku keperpustakaan karena ingin ketemu kamu”

“eh ??”

“tapi aku nggak berani ngobrol denganmu, aku benci diriku sendiri, yang hanya bisa memandangimu saja, tapi ternyata kamu nggak meremehkan sikapku, aku senang sekali.”

“tunggu dulu, aku bingung… lalu chie ??”

“chie siapa ??”

“chie anak club tennis”

“nggak kenal tuh”

“bukannya kamu suka anggota club tennis ??”

“nggak, itukan kesimpulanmu sendiri”

“eh”

“tapi wajar saja sih kalau kamu salah paham, sini ikut aku sebentar”

“tapi kamu selalu memandang keluar jendel….”

“ayo cepat sini bentar”

“eh”

“coba duduk ditempat aku biasa duduk”

“ng ? kamu ngapain di meja penjaga ?”

“coba liat ke kaca jendela itu ??”

“eh ?”

“apa yang kamu liat dari sana ?”

“…..”

Ah… ternyata ini yang selalu dipandangi oleh iwasaki, sekarang pun aku bisa melihatnya dengan jelas. Kamu yang duduk di meja penjaga perpustakaan dengan wajah tersipu-sipu, sungguh aku tak menyangka kalau yang kamu sukai itu adalah AKU.