kuchisake onna


Kuchisake Onna (wanita bermulut sobek) adalah salah satu urban legend yang ada di Jepang dan sangat terkenal dia antara anak-anak dan para remaja Jepang. Youkai (siluman) ini memiliki cirri khas memakai masker bedah dan membawa gunting atau belati. Kuchisake Onna ditakuti karena ia adalah pembunuh berdarah dingin yang tidak segan untuk menculik dan memutilasi korbannya dengan cara sama yang pernah ia alami. Namanya pertama kali mencuat ketika pada musimsemi dan musim panas 1979. Berbeda dengan youkai lainnya, Kuchisake Onna cenderung menampakkan diri saat matahari masih bersinar, khususnya sore hari saat anak-anak baru pulang sekolah. Isu kemunculan Kuchisake Onna kembali menyeruak pada bulan oktober 2007 ketika ahli forensic menemukan benang merah antara peristiwa 1979 dengan ditemukannya jasad seorang wanita. Wanita itu ditemukan dengan kondisi mulut sobek menganga dari telinga kiri ke telinga kanan. Berdasarkan para saksi, sebelum meninggal wanita berpenampilan mencurigakan itu tengah menculik seorang anak kecil, namun tewas tertabrak mobil saat menyebrang jalan. Tidak hanya di Jepang, di Korea juga terdengar isu kemunculan Kuchisake Onna namun bedanya memakai masker berwarna merah.
Kisahnya dilator belakangi banyak versi. Versi pertama dikisahkan ratusan tahun lalu di periode Heian hidup seorang wanita muda yang berparas cantik. Wanita itu adalah istri seorang samurai. Karena kecantikkannya yang luar biasa, banyak laki-laki yang tertarik padanya dan wanita itu diam-diam selingkuh. Mengetahui hal itu, sang suami cemburu dan sangat murka hingga nekad menganiaya wanita itu dengan cara menyobek mulutnya sambil berteriak “Nah… sekarang siapa yang akan berpikir kalah kamu cantik?”. Wanita itu kemudian tewas akibat luka tusuk. Arwahnya yang tidak tenang kemudian membawa dendam dan meneror orang-orang di sekitarnya. Versi lain dari Kuchisake Onna adalah korban percobaan bedah kosmetika. Dokter yang melakukan malpraktek membuang mayatnya ke suatu tempat. Ada juga yang menyebutkan Kuchisake Onna adalah wanita yang dibunuh oleh saudara perempuannya yang iri akan kecantikkannya.
Memakai masker bedah di Jepang untuk aktifitas sehari-hari merupakan kebiasaan yang umum, terutama saat musim dingin atau musim flu. Karenanya, Kuchisake Onna bisa dengan mudah masuk ke kerumunan orang tanpa perlu dicurigai. Saat bertemu korbannya, Kuchisake Onna akan melontarkan pertanyaan “watashi kirei?” (apakah aku cantik). Jika sang korban menjawab “ya”, maka Kuchisake Onna akan membuka maskernya dan bertanya balik “walaupun wajahku seperti ini?”. Jika sang korban panic ketakutan, ia akan langsung membunuhnya. Begitu pula kamu menjawab tidak, Kuchisake Onna akan marah dan langsung melayangkan belatinya. Dalam bahasa Jepang, kata Kirei (cantik) dan Kire (memotong) merupakan homofon.

Tahun 1996, film Kuchisake Onna dirilis dengan kisah yang lebih modern berlatar belakang bedah plastic. Lalu pada tahun 2007, film Kuchisake Onna dirilis kembali dengan sutradara Koji Shiraishi . Tidak sedikit pula anime yang mengadaptasi Kuchisake Onna ke dalam kisah-kisahnya. Berdasarkan hasil survey, 9 dari 10 pelajar di Jepang mengetahui legenda Kuchisake Onna. Berkat kepopulerannya, di Shigeru Mizuki-dori yang terletak di daerah Sakaiminato, Tottori terdapat patung Kuchisake Onna yang sedang tertawa menyeringai.

tambahan :

Kuchisake-onna (口裂け女) atau wanita bermulut robek adalah sejenis siluman dalam mitologi dan legenda urban Jepang. Ia berwujud seorang wanita yang menutup mulutnya yang robek dengan kipas, syal atau masker operasi (versi yang paling populer). Ia sering muncul di jalan-jalan yang sepi dan bertanya pada orang yang ditemui apakah dirinya cantik. Bila orang itu menjawab tidak atau ketakutan melihat wujud seramnya ia akan membunuh orang itu.
Dalam legenda, Kuchisake-onna tadinya adalah seorang wanita muda yang hidup pada Zaman Heian. Kemungkinan ia adalah seorang istri atau selir samurai. Ia dikaruniai wajah yang sangat cantik namun sombong, ia juga sering berselingkuh di belakang suaminya. Suaminya merasa sangat cemburu dan dikhianati menyerangnya dan membelah mulutnya dari kuping ke kuping. “Sekarang siapa yang akan berkata kau cantik?” ejek suaminya.

Sementara dalam versi legenda urban, Kuchisake-onna adalah seorang wanita korban operasi wajah yang gagal. Konon katanya, dokter yang mengoperasi wajahnya memakai pomade (jenis minyak rambut) dengan bau yang menusuk. Ketika sedang dioperasi ia tidak bisa tenang karena bau itu sehingga si dokter secara tidak sengaja memotong mulutnya hingga robek. Wanita itu menjadi histeris dan marah lalu membunuh dokter itu. Belakangan ia dibunuh oleh para penduduk kota dan menjadi hantu penasaran. Ada beberapa versi lain mengenai asal-usulnya namun kurang populer, misalnya:

* Korban kecelakaan lalu-lintas yang wajahnya rusak.
* Seorang wanita yang mengalami gangguan kejiwaan sehingga merobek mulutnya dengan benda tajam.
* Seorang wanita korban pemerkosaan yang mulutnya dirobek oleh si pemerkosanya atau ia sendiri yang melakukannya setelah menjadi gila karena perkosaan itu.
* Seorang wanita yang leluhurnya memperoleh uang haram dengan menyembah siluman anjing sehingga anak cucunya dikutuk bermulut robek dan bila mati akan menjadi siluman.

Kuchisake-onna menutupi mulutnya yang robek dengan masker operasi dan sering bergentayangan di kota pada waktu malam, terutama ketika sedang berkabut. Bila bertemu seseorang (terutama anak-anak atau mahasiswa) di jalan yang sepi, ia akan bertanya, “Apakah saya cantik?” (Watashi kirei?) .Bila orang itu menjawab “ya”, ia akan membuka maskernya dan bertanya lagi, “Bahkan bila seperti ini?” Pada saat itu, bila si korban yang biasanya terkejut dan takut menjawab tidak, ia akan membunuhnya dengan gunting, golok, sabit, atau senjata tajam lainnya. Bila si korban tetap menjawab ya setelah melihat wajahnya di balik masker, ia akan gembira dan membebaskannya, namun ada juga yang mengatakan walaupun korban melakukan itu, Kuchisake-onna mengikutinya sampai ke rumah baru akan membunuhnya di depan pintu rumah si korban. Bila korbannya wanita, Kuchisake-onna akan merobek mulutnya hingga serupa dengannya, bila korbannya anak-anak, ia akan memakannya.

Legenda urban yang populer pada tahun 70’an mengatakan bahwa korban akan selamat bila ia menjawab “biasa saja”. Sementara versi tahun 2000an mengatakan bahwa korban akan selamat bila menjawab, “begitulah” sehingga Kuchisake-onna bingung dan berpikir dulu apa yang akan ia lakukan, saat sedang bingung itulah korban mempunyai kesempatan untuk kabur. Cara lain untuk lolos dari Kuchisake-onna adalah dengan menawarkannya permen keras berwarna kuning tua karena ia menyukainya namun tidak bisa menikmatinya sehingga mengingatkannya lagi pada penderitaannya. Selain itu bisa juga dengan mengucapkan “pomade” sebanyak tiga kali, ada yang menyebutkan enam kali. Ucapan itu akan membuatnya takut dan kabur karena mengingatkannya kembali pada ahli bedah yang merusak wajahnya. Korban juga bisa memakai pomade untuk mencegahnya mengikutinya.